Bertahun-tahun ajukan bantuan, Warga Karawang Harap dapat program Rutilahu, Ini Kisahnya

Bertahun-tahun ajukan bantuan, Warga Karawang Harap dapat program Rutilahu, Ini Kisahnya

Bidik 86, Karawang
Rumah indah pastinya impian semua manusia di muka bumi ini. Cara mendapatkannya, tentu saja dengan nominal yang tak terhingga. Ada yang dengan cara menabung hingga meminjam dengan sebuah jaminan.
Namun tidak bagi Pasangan Suami Istri (Pasutri) Iso dan Julaeha alias Eundeh. Jangankan untuk menabung, buat kehidupan sehari-hari saja, harus berkutat menjajakan dagangan yang tak seberapa labanya itu.
Mirisnya lagi, semenjak pandemi Covid-19 mewabah, spontan meluluhlantakkan harapan kehidupan Pasutri, Iso dan Eundeh. Iso yang berdomisili di RT. 10/04, Desa Sarimulya, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), harus bergegas menjajakan dagangannya dari jam 8 pagi hingga menjelang Maghrib, itupun kadang tak semuanya terjual. Pulang jualan, hanya uang recehan 40 hingga 50 ribu perhari, itu juga dibelanjakan kembali bahan baku dagangan lagi.
Iso yang berjualan Cilor atau Cilok, patilah kesulitan menjajakan dagangannya, dikarenakan pandemi, karena harus mematuhi Protokol dari Pemerintah. Tempat mangkal dulu, tak seramai hari-hari sebelumnya. Iso pun berinisiatif menjajakan dagangannya dengan berkeliling, ditemani motor bututnya.
Kepada awak media, Pasutri ini pun menceritakan keluh kesah dan harapannya tentang bagaimana caranya untuk mendapatkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), menjadi layak.
“Kalau nanya-nanya sih sudah, tentang bagaimana mendapatkan bantuan Rutilahu ini, bahkan bikin proposal sudah, apapun yang berhubungan dengan program itu, sudah saya tempuh,” papar Eundeh.
“Sampai saya pun pinjam ke sana ke sini demi membuat proposal pengajuan, tapi tetap belum dapat bantuan, entah dari Pemdes atau yang lainnya, saya tidak faham,” lanjut dia.
Iso meng-iyakan ungkapan istrinya tersebut.
“Betul, pengajuan bantuan Rutilahu sudah sekitar 3 tahun ke belakang, bahkan proposal sebanyak 4 proposal, karena harus ganti lagi. Tapi yaitu tadi, belum ada realisasi, mungkin belum rezekinya,” terang Iso sedih.
“Sebulan yang lalu ada survei datang ke gubuk kami, katanya dari Dinas, tapi tak ada kelanjutan làgi. Herannya di RT lain masih Desa ini, sudah ada pembangunan Rutilahu,” ungkap Iso keheranan.
Menutup ungkapannya pada awak media, Minggu (27/6/21), Pasutri yang adalah warga masyarakat Karawang ini berharap, masih ada peluang untuk mendapat bantuan Rutilahu tersebut.
“Kami tetap berharap, sekiranya kami masih bisa mendapat bantuan Rutilahu tersebut, semoga,” pungkas Pasutri Iso dan Eundeh, penuh harapan. (Hen)