Modus Juragan Batako Palsu Berhasil Tipu Developer Puluhan Juta Rupiah

Modus Juragan Batako Palsu Berhasil Tipu Developer Puluhan Juta Rupiah

Bidik 86, Kotim
Perkembangan Penyidikan (Siduk) perkara penggelapan yang dilakukan Polsek Baamang jajaran Polres Kotim Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng), Terhadap Karyawan Developer inisial AF, telah diterima laporan baru lagi tentang penipuan pembayaran batako senilai puluhan juta rupiah, yang terjadi di Jl. Tidar I, No. 6, Baamang Barat, Sampit, Kabupaten Kotim, Provinsi Kalteng.
Pria dengan inisial AF (30) yang sebelumnya dilaporkan, telah melakukan penipuan uang muka pembelian Perum terhadap salah satu warga sebesar Rp3.000.000,-, selanjutnya dilaporkan telah menggelapkan uang pengurusan syarat Asosisasi Perumahan Nasional (Perumnas), pembelian kusen dan kayu galam, total kerugian sebesar Rp26.150.000,- milik Developer PT. Teratai Mas Sejahtera (TMS) dan terakhir kembali dilaporkan atas dugaan penipuan penggelapan uang pembayaran batako milik PT. TMS total sebesar Rp36.000.000,- yang saat ini masih dalam tahap Sidik.
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kotim, AKBP. Abdoel Harris Jakin, SIK, M.Si melalui Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Baamang, AKP. Ratno, SH, MH, melalui laporan situasi yang dikirimkan menerangkan, bahwa kejadian perbuatan yang telah dilakukan oleh pelaku inisial AF (30), selain beberapa laporan sebelumnya. Terakhir kali ini, pelaku diketahui telah melakukan penipuan dan atau penggelapan uang pembayaran batako.
Kejadian tersebut berawal, pelaku diperintah korban untuk mencari suplay batako, hingga akhirnya pelaku bertemu dengan pemilik UD. Barokah, yang kemudian dibuatkan Surat Perjanjian yang ditandatanganinya sendiri untuk suplay batako sebanyak 20.000 pcs. Sejalan waktu, selanjutnya pelaku mengajak temannya seolah-olah adalah Pimpinan UD. Barokah mengajukan penagihan dan oleh PT. TMS akhirnya tanpa curiga melaksanakan kewajiban pembayaran sebesar Rp36.000.000,- (07/11/20). Namun terakhir dikatahui, ternyata orang yang dibawa pelaku untuk menerima pembayaran, bukanlah Pimpinan UD. Barokah yang telah mensuplay batako.
Atas perbuatannya, AF (30) diduga telah kembali melakukan tindak pidana penggelapan dan atau penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau Pasal 378 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 4 tahun. (Krs)