Langkat,-
DPRD Kabupaten Langkat membentuk Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Langkat, Stabat, Sumut. Selasa (23/6/2026).
Pembentukan pansus merupakan usulan enam dari delapan fraksi di DPRD Langkat, yakni Fraksi Demokrat Pembangunan, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Bintang Kebangkitan.
Salah seorang dari fraksi pengusul, Rahmad Rinaldi, menjelaskan bahwa pembentukan Pansus Optimalisasi PAD dilatarbelakangi masih belum optimalnya penggalian dan pengelolaan potensi pendapatan asli daerah yang seharusnya dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap penerimaan daerah.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian, mulai dari sistem pendataan, mekanisme penagihan, pengelolaan aset daerah, hingga pengawasan terhadap sektor-sektor usaha yang memiliki potensi menjadi sumber PAD.
"Selain itu, tingginya ketergantungan Kabupaten Langkat terhadap dana transfer dari pemerintah pusat juga menjadi salah satu alasan utama dibentuknya pansus ini," ujar Rinaldi.
Ia menambahkan, rendahnya tingkat kemandirian fiskal daerah menunjukkan bahwa potensi ekonomi lokal belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber pembiayaan pembangunan.
"Karena itu, kami menilai pembentukan Pansus Optimalisasi PAD merupakan langkah strategis dan menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan," katanya.
Pansus Optimalisasi PAD beranggotakan 14 orang yang merupakan perwakilan dari delapan fraksi di DPRD Langkat dan Rahmad Rinaldi terpilih sebagai Ketua Pansus, sedangkan H. Rahmanuddin Rangkuti dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Pansus. (Ahmad Fauzi PA)

0 Komentar